Buku, Sumber Kepintaran Negara Luar?

Halo halo, saya balik dengan topik menarik lain :D


Banyak ga di antara kalian yang suka baca buku? Banyak pasti, terutama komik dan novel.
Tapi, di negara luar, penduduk mereka bukan baca komik, tapi baca buku pengetahuan. Kenapa mereka bisa suka baca? Karena di sana harga buku MURAH. Jadi dengan begitu, penduduk bisa tertarik untuk membaca, dan mereka bisa dengan mudah dan murah untuk mendapatkan pengetahuan. Lihat di Indonesia, banyak anak yang putus sekolah karena harga buku MAHAL. Paling tidak, walaupun tidak sekolah, mereka bisa belajar kalau ada buku. Tapi apa daya, harga buku pengetahuan juga mahal sehingga pendidikan juga tidak berjalan baik.

Dilihat juga, di negara lain, jarang banget dijual komik. Beda dengan di Indonesia, di tiap toko buku pasti ada komik. Tapi di negara lain, ga banyak yang jual komik. Paling yang ada majalah mingguan.

Nah, apa lagi yang mendukung agar penduduk bisa suka membaca? Saya diceritai teman dari Taiwan. Di sana, ada satu toko buku, bertingkat-tingkat. Di sana, ada sofa yang empuk+meja, ada musik instrumen pelan, dll. Intinya, suasana mendukung banget buat baca. Dan lagi, kalau di sana, bisa duduk baca sampai malam, ga ada yang ngusir. Jadi dengan gitu, lama-lama mereka merasa membaca itu asyik, dan ketagihan membaca.



Bisa juga dengan metode yang ada di sekolahku. Setiap seminggu sekali, ada jam pelajaran yang namanya jam perpus. Di sini, murid-murid digiring ke perpustakaan sekolah, dan diharuskan membaca di sana. Boleh baca komik, atau buku lain. Paling tidak, dengan hal begini, bisa menumbuhkan sedikit demi sedikit minat membaca pada murid. Tapi, kalau menurutku, dianjurkan hal ini dimulai sejak SD. Karena anak yang masih kecil, lebih mudah dibentuk daripada mereka yang sudah besar.

Segini aja masukan tentang pentingnya membaca buku dari saya. Moga-moga bermanfaat bagi teman-teman sekalian :)

Your Reply

Sponsored By

Photobucket Photobucket