Sekolah di luar? Kenapa ga di dalam negeri aja?

Yo readers! Hari ini aku chatting sama temenku yang berasal dari Singapore. Dia cerita soal beasiswa yang ditawarin di sekolahnya, dan dia nawarin aku. Aku tanya, memang di sana banyak orang Indonya? Dia jawab iya, banyak orang Indonya.
Nah sekarang pertanyaannya: kenapa mereka milih sekolah jauh-jauh di luar negeri, padahal di Indonesia juga banyak sekolah yang bagus?

Setelah survei dari beberapa temenku, aku tahu. Mereka pilih sekolah di luar karena:
1. Di negara luar biasanya lebih aman. Ga banyak copet, jambret, dll. Soalnya peraturan di sana ketat+tegas.
2. Dilihat dari kemakmurannya. Mereka pikir di sana bisa lebih berhasil dan lebih bermutu. Buktinya negaranya makmur.
3. Transportasinya memadai. Banyak transportasi umum yang bisa digunain, seperti MRT, bus, dll. Jadi mudah banget keliling kota, karena akses transportasi mudah.
4. Nah, alasan yang terakhir ini alasan yang agak rasis, tapi ayo kita tanggapin alasan ini dengan kepala dingin. :) Menurut mereka, paling tidak etnis Chinese mempunyai kesempatan lebih besar untuk lebih maju di negara lain, karena diskriminasi tidak sebesar di Indonesia.

Nah, sekarang mari kita bahas satu-satu keempat poin di atas.
Yang pertama, tentang keamanan. Yah, kita, orang Indonesia pasti mengakui hal itu. Kenapa? Kalau menurutku, itu karena pemerintah di sana tegas. Apa yang tidak boleh ya tidak boleh. Walaupun yang melanggar pejabat, kalau harus dihukum ya dihukum. Aku pernah ke Singapore satu kali. Di sana, yang aku lihat, ga ada yang namanya jalanan itu kotor. Bersih banget. Terus, aku pernah denger cerita dari temen mamaku. Waktu itu temen mamaku melanggar aturan lalu lintas. Belok di tempat yang harusnya ga boleh belok. Waktu itu memang ga langsung ditegur sama polisi. Tapi setelah itu, ga lama, ada surat dari pemerintah, isinya tanggal, waktu, tempat, sama jenis kesalahan, dan tantenya itu langsung disidang. Akhirnya kena denda. Kenapa lagi di luar bisa aman? Mungking karena aparat keamanannya ga bisa disogok, jadi peraturan jalan terus!

Terus, yang kedua, kemakmuran negara. Di sini, kita harus mikir dulu sebelum ambil kesimpulan. Mari kita telaah dari awal. Kalian juga tahu, kalau ternyata banyak pelajar Indonesia yang berhasil dapat beasiswa ke negara luar (di sini kita ambil Singapore, karena Singapore yang paling banyak memberikan akses untuk Indonesia, bahkan beasiswa mulai diberikan untuk siswa SMP/SMA). Kenapa pemerintah Singapore berani menawari orang Indonesia beasiswa? Karena mereka tahu, kalau orang-orang di negara kita (juga negara lain) banyak bibit unggulnya. Setelah kupertimbangkan lagi, ada satu hal yang mengganjal. Mungkinkah Singapore bisa maju karena orang Indonesia juga? Mungkin aja. Kan yang ada di sana mereka yang berkualitas. Berarti sebenernya orang Indonesia ga kalah dong sama Singapore? So pasti. Lha terus kok Indonesia ga maju-maju? Kenapa? Karena, mereka, para generasi muda sekarang berpikir bahwa pendidikan di Indonesia kurang memadai. Mereka pikir hanya lulusan luar negeri saja yang bisa hidup makmur. Akhirnya, mereka menetap di sana dan ilmunya ga turun-turun ke Indonesia.

Sebetulnya, dengan adanya beasiswa ke luar negeri ini Indonesia mengalami kerugian. Kenapa? Karena, seperti misalnya mereka yang ke Singapore, mereka sekolah di sana seperti terikat "kontrak" karena beasiswa mereka. Baru boleh pulang kalo studinya udah slesai. Lama-lama mereka kerja di sana, kalau bisa bahkan ketemu jodoh orang Singapore juga, sehingga akhirnya mereka menetap di Singapore. Apa yang terjadi? Indonesia kekurangan lagi satu bibit unggul. Jadi, guys, jangan tertarik pendidikan di luar sana. Memang itu bagus, tapi ingat, kita di sana belajar di negara orang untuk mengambil ilmunya, supaya bisa dipraktekkan di negara kita. :D

Next, yang ketiga. Urusan transportasi. Balik lagi ke Singapore, di sana ada MRT. dari satu daerah ke daerah lain. Memang, kalau dari daerah, Singapore negara yang kecil, jadi pake MRT aja cukup. Tapi, selain MRT, di sana juga banyak bus. Karena itu, akses transport lebih memadai. Apakah kita tidak mungkin membuat hal yang sama? Kalo ga MRT minimal bus lah? Tentu aja kita bisa. Tapi, yang paling utama adalah mengurangi kendaraan pribadi, terutama motor. Kenapa motor? Karena sekarang akses untuk mendapatkan motor lebih mudah. Bisa kredit. Bahkan kalo kredit malah dapat lebih murah daripada bayar tunai. Akhirnya jalanan makin padat, macet, kendaraan umum tidak terlalu berguna. Kalau kondisinya begitu, banyak kendaraan umum pun percuma, karena sama aja tidak bisa sampai tepat waktu. Mending beli motor aja, lebih ramping, bisa nyelip-nyelip, lebih cepat sampai. Itulah yang menjadi pikiran sebagian orang. Karena itu, supaya kita bisa memaksimalkan penggunaan kendaraan umum, paling tidak motor itu harus dikurangi.

Nah, terakhir alasan yang keempat. Jangan keburu marah dulu, kawan. Jangan merasa tersinggung dengan alasan yang keempat. Memang hal itu ada benarnya. Buktinya, di beberapa universitas negeri, kursi yang diberikan untuk mereka yang etnis Chinese hanya beberapa persen, alias beberapa kursi saja. Mungkin hal itulah yang membangkitkan mereka, mahasiswa beretnis Chinese, untuk sekolah di luar negeri, agar tidak kena diskriminasi. Ada pula yang takut buat sekolah di sini karena pengaruh papa mama, kakek nenek mereka. Kok bisa? Karena mereka takut dengan kengerian yang mungkin pernah mereka alami waktu kerusuhan Mei 98. Mungkin papa mama mereka khawatir, cemas kalau hal yang sama terjadi pada anak mereka. Karena itu, sebisa mungkin, anak-anak mereka sekolah di luar saja.

Bagaimana caranya supaya bibit-bibit unggul ini tidak hilang? Perlu menambah kursi di universitas-universitas negeri? Kalau mereka memang benar-benar berprestasi, mengapa tidak? Mengapa kita perlu mendiskriminasikan sesama teman kita? Padahal kita kan sama-sama Bangsa Indonesia. Tak perlu melihat asal-usul dari etnis mana, kampung mana, suku mana. Yang penting kan kita mau belajar bersama untuk membangun Indonesia agar lebih maju, stuju? :)

Ok, sekian dulu postingannya. Moga-moga bermanfaat bagi kalian semua dan memberikan inspirasi.. Maaf jika ada kesalahan kata :)

Your Reply

Sponsored By

Photobucket Photobucket