Orang Luar Negeri Lebih Mandiri? Apa Hubungannya Sama Pendidikan?

Beberapa waktu yang lalu, aku sama beberapa temen ikut seminar tentang HIV / AIDS selama 8 kali pertemuan. Dan perlu kuakui, seminarnya menarik :D

Nah, apa hubungannya seminar itu sama topik kita kali ini? Di seminar itu, mereka mendatangkan sumber dari negara luar. Dan yang terakhir, adalah sumber dari Canada, Amerika. Ada satu sesi di mana dia cerita tentang negaranya di sana dan kita boleh tanya-tanya. Terus, native ini cerita, kalau di Canada, pendidikan itu gratis sampe sekitar SMA. Nah, setelah memasuki universitas, baru mereka mulai hidup sendiri. Mereka harus mulai cari kerja buat biayain kuliah mereka, karena orang tua tidak ikut-ikutan urusan administrasi mereka (alias semua biaya tanggung sendiri). Ga kaya kita orang Indonesia, masuk universitas semua biaya juga masih ditanggung orang tua (kita harus bersyukur!). Itu masih universitas saja. Belum mereka yang universitasnya jauh dari tempat tinggal orang tua, sehingga mereka masih harus bayar apartment.

Nah, apa perlu kita mencontoh hal seperti itu?
Mungkin tidak semuanya. Karena bagaimanapun juga budaya kita berbeda. Di sana menjunjung freedom atau kebebasan, sehingga anak SMA pun bisa kerja sambilan di pom bensin, dibayar per jam, dan di sana juga ada upah minimumnya. Saat ini, mungkin kita masih belum mampu kalau setaraf itu. Tapi, mungkin paling tidak pemerintah bisa menggratiskan pendidikan, kalau tidak sampai SMA mungkin sampai SD. Karena, bagaimanapun juga, pendidikan sangat berperan penting dalam perkembangan suatu negara.

Apa manfaat ocehan saya yang ini?
Perlu kita ketahui sebelumnya, seminar ini diadakan oleh kakak-kakak dari Universitas Brawijaya, Malang. Bukan Om-Om atau Tante-Tante, tapi kakak-kakak yang sedang menjalankan studinya dengan banyak ulangan dan PR juga. Tapi, seminar yang mereka bawakan baik dan mengena. Amazing kan? :)

Foto kakak-kakak dari UB yang ikut AIESEC (thanks buat bimbingannya! :D)

Your Reply

Sponsored By

Photobucket Photobucket